SNANEPAPUA.COM – Perayaan Natal biasanya identik dengan tanggal 25 Desember bagi sebagian besar umat Kristiani di seluruh dunia. Namun, tahukah Anda bahwa ada sekitar 250 juta umat Kristiani, termasuk penganut Kristen Ortodoks dan Koptik, yang baru merayakan kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 7 Januari? Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat luas mengenai perbedaan waktu perayaan tersebut.
Perbedaan tanggal ini sebenarnya bukan disebabkan oleh perbedaan keyakinan mengenai hari kelahiran Yesus, melainkan karena penggunaan sistem kalender yang berbeda. Sebagian besar gereja Barat, seperti Katolik Roma dan Protestan, mengikuti Kalender Gregorian yang diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582. Sementara itu, banyak Gereja Ortodoks Timur tetap setia menggunakan Kalender Julian yang jauh lebih tua dan berasal dari masa kekaisaran Romawi.
Kalender Julian, yang awalnya dibuat oleh Julius Caesar pada tahun 46 SM, memiliki selisih waktu sekitar 13 hari dengan Kalender Gregorian yang kita gunakan secara umum saat ini. Akibat selisih astronomis tersebut, tanggal 25 Desember dalam perhitungan Kalender Julian bertepatan dengan tanggal 7 Januari dalam Kalender Gregorian. Inilah yang menyebabkan jutaan orang di negara-negara seperti Rusia, Mesir, Ethiopia, Serbia, dan beberapa wilayah di Eropa Timur merayakan Natal di awal tahun baru.
Bagi umat Kristen Koptik dan Ortodoks, perayaan ini tetap memiliki makna spiritual yang sangat mendalam tanpa mengurangi esensi religiusnya sedikit pun. Sebelum hari raya tiba, mereka biasanya menjalani masa puasa yang ketat selama 43 hari dan mengadakan ibadah malam yang khidmat. Tradisi ini menunjukkan betapa beragamnya ekspresi keagamaan serta kekayaan sejarah dalam satu iman yang sama di berbagai belahan dunia.
Memahami perbedaan ini sangat penting untuk menghargai keberagaman budaya dan sejarah dalam agama Kristen global. Meskipun dirayakan pada tanggal yang berbeda secara administratif, pesan perdamaian, kasih, dan sukacita yang dibawa dalam momen Natal tetap menjadi fokus utama bagi seluruh umat yang merayakannya, baik pada akhir bulan Desember maupun awal Januari.
Editor: SnanePapua
