Berita Terbaru: Pertunjukan Tari Kecak di Garuda Wisnu Kencana Bali; Berkisah Tentang Pencarian Tirta Amerta
Berita Terbaru: Pertamina Hulu Energi Menggelar Media Gathering 2025 Melibatkan Ratusan Wartawan Dari Berbagai Media
Berita Terbaru: Pertamina Telah Mengukuhkan Diri Sebagai Perusahaan Terintegrasi di Bidang Energi
Selain layanan administrasi digital, disampaikan pula bahwa Program JKN juga menjamin kebutuhan alat bantu kesehatan tertentu sesuai indikasi medis dan rekomendasi dokter. Alat bantu kesehatan yang dapat dijamin meliputi kacamata, alat bantu dengar, protesa gigi, protesa alat gerak (kaki/tangan palsu), korset tulang belakang, collar neck (penyangga leher), serta kruk atau penyangga tubuh. Penyediaan alat-alat tersebut membantu meningkatkan fungsi tubuh, mobilitas, serta kualitas hidup penyandang disabilitas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama menyampaikan bahwa penggunaan layanan digital tersebut sangat penting untuk memastikan kelancaran akses layanan kesehatan.
“BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan layanan inklusif yang mudah diakses oleh seluruh peserta, terutama penyandang disabilitas. Melalui PANDAWA dan aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengakses layanan administrasi dan memeriksa status kepesertaan secara mandiri dari rumah. Hal ini sangat penting, karena kelancaran pelayanan di fasilitas kesehatan sangat bergantung pada keaktifan kepesertaan,” ujar Pupung.
Manfaat Program JKN dirasakan secara langsung oleh Richthoven Talahatu (35), peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) penyandang disabilitas asal Kota Sorong. Ia menyampaikan bahwa dirinya sempat beberapa kali berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Menurutnya, pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan selalu ramah dan profesional.
“Saya pernah beberapa kali berobat di FKTP tempat saya terdaftar. Pelayanannya sangat baik, petugas dan dokter selalu menjelaskan kondisi kesehatan saya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Fasilitasnya juga nyaman sehingga saya merasa benar-benar diperhatikan dan ditangani dengan baik,” ungkap Richthoven.
Richthoven menambahkan bahwa selama menjalani pelayanan kesehatan menggunakan JKN, ia sama sekali tidak dikenakan biaya tambahan. Semua tindakan medis dan obat-obatan yang ia butuhkan ditanggung penuh oleh program JKN. Prosedur pelayanan juga sangat sederhana sehingga dirinya merasa sangat terbantu.
“Setiap berobat, saya hanya cukup menunjukkan KTP dan langsung dilayani oleh petugas dan dokter. Tidak ada biaya apa pun. Program JKN sangat membantu saya sebagai penyandang disabilitas yang memerlukan pengobatan,” tambahnya.
Melalui momentum Hari Disabilitas Internasional 2025 ini, Pupung mengajak seluruh unsur masyarakat, pemerintah daerah, serta komunitas penyandang disabilitas untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan tanpa diskriminasi.
“Tidak satu pun warga negara boleh tertinggal dalam akses layanan kesehatan. BPJS Kesehatan akan terus berinovasi dan memperkuat komitmen layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta,” tutup Pupung.
Copyright © Snanepapua.com - 2026