SNANEPAPUA.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini tengah menghadapi tantangan serius terkait manajemen limbah daerah setelah jalur pembuangan ke wilayah Bogor resmi ditutup. Hal ini terjadi menyusul langkah tegas Pemerintah Kabupaten Bogor yang menghentikan sementara aktivitas pengiriman sampah dari Tangsel menuju fasilitas pengolahan di Cileungsi.
Penghentian ini dilakukan terhadap operasional pembuangan sampah ke PT Aspex Kumbong. Alasan utama di balik penolakan tersebut adalah persoalan administratif, di mana pihak Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan bahwa dokumen perizinan untuk aktivitas tersebut masih belum lengkap dan tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di wilayah tersebut.
Menanggapi situasi yang mendesak ini, Pemerintah Kota Tangsel langsung bergerak cepat untuk mencari solusi alternatif. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya penumpukan sampah di berbagai titik pemukiman warga yang dapat memicu masalah kesehatan lingkungan serta aroma tidak sedap di tengah kota.
Saat ini, otoritas terkait di Tangerang Selatan sedang mengkaji dua opsi lokasi alternatif sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Penjajakan kerja sama dengan daerah lain serta optimalisasi fasilitas pengolahan sampah internal menjadi prioritas utama agar proses distribusi sampah dari hulu ke hilir tidak terganggu lebih lama.
Masalah koordinasi antarwilayah dalam pengelolaan sampah memang kerap menjadi isu krusial di kawasan penyangga ibu kota. Pemkot Tangsel berharap kendala administratif ini dapat segera diselesaikan, sembari memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah mandiri agar tidak terus bergantung pada wilayah tetangga di masa depan.
Editor: SnanePapua
