SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Waspada! Longsor Terjang Gunung Papandayan, Pendaki Dilarang Mendekati Jalur Rawan Ini

Redaksi Snane
10 Januari 2026 • 5 min read
longsor-gunung-papandayan-garut-pendaki-diimbau-hindari-jalur-rawan-1767976246.jpg

Poin Utama

  • Bencana tanah longsor dilaporkan telah melanda kawasan wisata alam Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
  • Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat belakangan ini diduga kuat menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah di beberapa titik lereng gunung.
  • Secara khusus, para pendaki sangat diimbau untuk tidak mendekati atau mendirikan tenda di sekitar area perkemahan Pondok Saladah dan Gober Hut.
  • Petugas lapangan telah dikerahkan untuk memasang tanda-tanda peringatan di sepanjang jalur pendakian serta memberikan arahan langsung kepada para pendaki yang sudah berada di lokasi.
  • Mengingat faktor keamanan adalah prioritas utama, para pecinta alam diharapkan dapat mematuhi segala instruksi dan larangan yang dikeluarkan oleh petugas demi keselamatan bersama.
SNANE PAPUA - SNANEPAPUA.COM - Bencana tanah longsor dilaporkan telah melanda kawasan wisata alam Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kejadian ini memicu peringatan keras bagi para wisatawan dan pendaki yang berencana melakukan aktivitas di gunung api aktif tersebut agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat belakangan ini diduga kuat menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah di beberapa titik lereng gunung. Pihak pengelola bersama otoritas terkait segera melakukan pemantauan intensif guna memetakan titik-titik rawan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa para pengunjung maupun pendaki yang melintas. Secara khusus, para pendaki sangat diimbau untuk tidak mendekati atau mendirikan tenda di sekitar area perkemahan Pondok Saladah dan Gober Hut. Kedua lokasi populer tersebut saat ini diidentifikasi memiliki risiko tinggi terkena dampak longsor susulan, terutama apabila intensitas curah hujan kembali meningkat di wilayah puncak dan sekitarnya. Petugas lapangan telah dikerahkan untuk memasang tanda-tanda peringatan di sepanjang jalur pendakian serta memberikan arahan langsung kepada para pendaki yang sudah berada di lokasi. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga terus dilakukan guna mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat pergeseran tanah. Mengingat faktor keamanan adalah prioritas utama, para pecinta alam diharapkan dapat mematuhi segala instruksi dan larangan yang dikeluarkan oleh petugas demi keselamatan bersama. Menunda rencana pendakian atau memilih jalur alternatif yang telah dinyatakan aman menjadi langkah bijak di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang masih mengintai kawasan pegunungan di Garut. Cek Sumber Asli

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.