Januari 11, 2026

Ancaman Pecahnya NATO? Amerika Serikat Pertimbangkan Aksi Militer untuk Rebut Greenland

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan diplomatik global kini tengah memuncak menyusul laporan mengenai niat Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland. Langkah berani ini tidak hanya mengejutkan dunia internasional, tetapi juga memicu kekhawatiran mendalam akan terjadinya perpecahan di dalam aliansi pertahanan NATO yang selama ini dikenal solid dalam menghadapi ancaman luar.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan berbagai opsi strategis, termasuk kemungkinan aksi militer, untuk mengamankan wilayah otonom milik Denmark tersebut. Greenland, yang kaya akan sumber daya alam mentah dan memiliki posisi geografis yang sangat strategis di kutub utara, telah lama menjadi incaran kekuatan besar dunia dalam perebutan pengaruh di kawasan Arktik yang kian mencair.

Situasi ini menempatkan negara-negara anggota NATO lainnya dalam posisi yang sangat sulit dan dilematis. Sebagai organisasi yang didasarkan pada prinsip pertahanan kolektif, ancaman tindakan sepihak oleh salah satu anggota terbesarnya terhadap wilayah kedaulatan sekutu lainnya merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi stabilitas organisasi tersebut. Banyak pengamat politik internasional mempertanyakan apakah pakta pertahanan ini mampu bertahan menghadapi ego geopolitik anggotanya sendiri.

Sejarah mencatat bahwa perselisihan antar sesama anggota NATO jarang sekali mencapai titik konfrontasi fisik yang serius. Namun, klaim agresif atas Greenland ini membawa dinamika baru yang jauh lebih kompleks daripada sengketa-sengketa sebelumnya. Perbedaan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional kini tampak mulai mengungguli semangat kerja sama multilateral yang telah dibangun sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Arktik dengan saksama. Jika Amerika Serikat benar-benar melangkah lebih jauh dengan rencana militer tersebut, tatanan keamanan global dipastikan akan mengalami guncangan hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dialog diplomasi tingkat tinggi diharapkan dapat segera dilakukan untuk menghindari eskalasi yang dapat merugikan semua pihak yang terlibat.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua