SNANEPAPUA.COM – Donald Trump dilaporkan tengah mengejar kemenangan politik yang cepat dan menentukan dalam masa jabatannya untuk memperkuat posisi Amerika Serikat di mata internasional. Salah satu target utamanya yang paling mencolok adalah upaya untuk menjatuhkan rezim Nicolas Maduro di Venezuela, sebuah langkah yang dianggap sebagai kemenangan besar yang selama ini diidam-idamkan oleh sang politisi tersebut.
Editor internasional BBC, Jeremy Bowen, menyoroti bahwa pendekatan kebijakan luar negeri yang diambil oleh Trump cenderung bersifat pragmatis namun sangat agresif. Trump dipandang tidak hanya sekadar mencari keberhasilan diplomatik biasa, melainkan ingin menunjukkan kekuatan absolut Amerika Serikat di panggung global. Kejatuhan Maduro dinilai akan menjadi simbol kuat kembalinya supremasi Amerika di belahan bumi Barat.
Namun, ambisi besar ini membawa risiko yang tidak main-main bagi tatanan internasional yang ada saat ini. Bowen memperingatkan bahwa kebijakan-kebijakan Trump dapat mendorong dunia kembali ke apa yang disebutnya sebagai ‘era kerajaan’ atau age of empires. Dalam paradigma ini, negara-negara besar cenderung bertindak sesuka hati untuk memperluas pengaruhnya tanpa terlalu mengindahkan norma hukum internasional yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Dalam upayanya mencapai target tersebut, Trump diperkirakan akan menggunakan berbagai instrumen tekanan yang sangat kuat, mulai dari pengetatan sanksi ekonomi hingga ancaman intervensi yang lebih nyata. Fokusnya pada hasil instan seringkali dikhawatirkan mengabaikan stabilitas jangka panjang di wilayah Amerika Latin, yang justru dapat memicu krisis kemanusiaan serta ketidakpastian politik yang lebih dalam bagi masyarakat setempat.
Dunia kini menanti dengan cermat bagaimana langkah strategis Trump selanjutnya akan membentuk peta geopolitik baru di masa depan. Apakah ini akan menjadi awal dari era perdamaian melalui kekuatan, atau justru awal dari ketidakteraturan global di mana hukum rimba kembali mendominasi hubungan antarnegara? Dinamika di Venezuela dipastikan akan menjadi ujian pertama bagi ambisi besar kepemimpinan Trump di kancah global.
Editor: SnanePapua
