SNANEPAPUA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional dengan menggelar rapat terbatas (ratas) pada hari Minggu (11/1). Pertemuan strategis yang berlangsung di kediaman pribadinya ini secara khusus membahas langkah-langkah konkret terkait rencana pembangunan industri chip atau semikonduktor di tanah air.
Langkah ini dipandang sebagai upaya krusial untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor komponen elektronik global yang kian mendominasi pasar domestik. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya Indonesia memiliki basis produksi chip sendiri guna mendukung berbagai sektor industri strategis, mulai dari otomotif, perangkat elektronik konsumen, hingga sistem pertahanan keamanan nasional.
Pembangunan industri chip bukan sekadar urusan manufaktur semata, melainkan juga bagian dari visi besar pemerintah dalam menciptakan kemandirian teknologi di era digital. Dengan memiliki pabrik semikonduktor lokal, Indonesia diharapkan mampu bersaing di kancah internasional dan membuka ribuan lapangan kerja baru yang berkualitas bagi para ahli teknologi serta insinyur muda di dalam negeri.
Meskipun tantangan dalam membangun infrastruktur industri chip sangatlah besar, termasuk kebutuhan investasi yang masif dan ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni, pemerintah tetap optimis dapat mewujudkannya secara bertahap. Kolaborasi lintas kementerian serta kemitraan dengan sektor swasta global akan menjadi kunci utama dalam mempercepat realisasi proyek strategis nasional ini demi masa depan ekonomi digital yang lebih kuat.
Melalui inisiatif ini, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar atau konsumen teknologi saja, melainkan juga pemain aktif dalam rantai pasok global. Rapat terbatas ini menandai awal dari perjalanan panjang menuju transformasi industri yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi di tingkat global. Cek Sumber Asli
Editor: SnanePapua
