SNANEPAPUA.COM – Ketegangan di wilayah Aleppo akhirnya menunjukkan tanda-tanda mereda setelah pasukan Kurdi terakhir dilaporkan telah meninggalkan kota tersebut. Keputusan besar ini diambil menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan secara resmi pada Minggu dini hari waktu setempat, mengakhiri fase pertempuran yang mencekam.
Penarikan mundur pasukan ini menandai titik balik penting setelah satu pekan penuh diwarnai bentrokan kekerasan yang intens di berbagai sudut kota. Konflik yang melibatkan berbagai faksi bersenjata ini sebelumnya telah menyebabkan ketidakpastian keamanan yang tinggi dan memaksa ribuan warga sipil terjebak dalam situasi yang sangat berbahaya.
Pengumuman gencatan senjata tersebut muncul sebagai hasil dari proses negosiasi yang alot di tengah tekanan militer yang terus meningkat di lapangan. Meskipun detail rincian kesepakatan belum sepenuhnya dipublikasikan ke publik, evakuasi total pasukan Kurdi menjadi poin krusial yang harus dipenuhi untuk menghentikan eskalasi pertumpahan darah lebih lanjut di wilayah strategis tersebut.
Dengan perginya pasukan Kurdi, kendali atas wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka kuasai di Aleppo kini mulai beralih sesuai dengan butir-butir perjanjian yang telah disepakati. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi upaya stabilisasi keamanan serta mempermudah distribusi bantuan kemanusiaan yang sempat terhambat akibat blokade pertempuran selama tujuh hari terakhir.
Kendati situasi saat ini terpantau jauh lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya, para pengamat internasional tetap memberikan perhatian khusus pada dinamika kekuasaan yang sedang bergeser di Aleppo. Keberlanjutan gencatan senjata ini akan sangat bergantung pada kepatuhan semua pihak yang terlibat dalam menjalankan komitmen jangka panjang demi terciptanya perdamaian yang permanen di Suriah utara.
Editor: SnanePapua
