Januari 8, 2026

Aldrich Ames, Pengkhianat Terbesar CIA yang Menjual Rahasia ke Uni Soviet, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

SNANEPAPUA.COM – Aldrich Ames, salah satu agen ganda paling terkenal dalam sejarah intelijen Amerika Serikat, dilaporkan telah meninggal dunia pada usia 84 tahun. Ames dikenal sebagai mantan perwira CIA yang mengkhianati negaranya dengan menjual rahasia negara yang sangat sensitif kepada Uni Soviet selama masa puncak Perang Dingin.

Selama masa operasinya sebagai agen ganda yang bekerja di bawah bayang-bayang, Ames bertanggung jawab atas kompromi lebih dari 100 operasi intelijen rahasia. Pengkhianatannya tidak hanya merusak strategi pertahanan Amerika Serikat, tetapi juga menciptakan lubang besar dalam sistem keamanan nasional yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.

Data intelijen menunjukkan bahwa ia telah mengkhianati lebih dari 30 agen yang memata-matai Uni Soviet untuk kepentingan negara-negara Barat. Akibat dari bocornya informasi identitas tersebut, banyak dari agen-agen ini yang ditangkap, dijebloskan ke penjara, atau bahkan dieksekusi oleh otoritas Soviet setelah penyamaran mereka terbongkar total.

Kejatuhan Ames menjadi salah satu skandal paling memalukan dalam sejarah CIA. Ia akhirnya berhasil ditangkap pada tahun 1994 setelah bertahun-tahun melakukan aktivitas mata-mata tanpa terdeteksi, yang kemudian memicu reformasi besar-besaran dalam prosedur keamanan internal dan pengawasan agen di badan intelijen tersebut.

Meninggalnya Ames menandai berakhirnya salah satu babak paling kelam dalam sejarah spionase dunia. Meskipun ia telah menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, dampak dari pengkhianatannya akan terus diingat sebagai pengingat akan kerentanan sistem keamanan nasional yang paling ketat sekalipun.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua