SNANEPAPUA.COM – Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah mengakibatkan ribuan warga di Desa Tempur terisolasi secara total. Kejadian memprihatinkan ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang merusak akses jalan utama menuju desa tersebut, sehingga mobilitas masyarakat lumpuh sepenuhnya.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, tercatat sedikitnya 3.522 jiwa saat ini tidak dapat melakukan aktivitas mobilisasi keluar maupun masuk desa. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat mengingat jalur tersebut merupakan satu-satunya urat nadi bagi kehidupan ekonomi dan sosial warga.
Titik-titik longsor dilaporkan tersebar di sejumlah area strategis yang menutup badan jalan secara permanen untuk sementara waktu. Tumpukan material tanah, bebatuan, dan pepohonan yang tumbang membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sama sekali tidak bisa melintas, yang dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan logistik warga.
Pihak BPBD bersama instansi terkait kini terus berupaya melakukan pemetaan mendalam dan merancang langkah-langkah darurat guna membuka kembali akses yang tertutup. Meskipun demikian, cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Jepara menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan dalam proses pembersihan material longsor yang cukup masif.
Warga yang bermukim di sekitar area terdampak diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan deras kembali turun. Upaya koordinasi lintas sektoral terus diperkuat demi menjamin keselamatan 3.522 warga yang terisolasi serta mempercepat pemulihan infrastruktur jalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Editor: SnanePapua
