Januari 10, 2026

Babay Farid Buka Suara: Alasan Pemberian Kredit Sritex Demi Bantu Negara Hadapi Krisis Covid-19

SNANEPAPUA.COM – Terdakwa Babay Farid akhirnya memberikan penjelasan mendalam terkait latar belakang pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Dalam keterangannya di hadapan persidangan, ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya strategis untuk membantu pemerintah dalam menghadapi krisis nasional yang dipicu oleh pandemi Covid-19 beberapa tahun silam.

Babay menjelaskan bahwa pada saat itu, kondisi ekonomi nasional sedang berada dalam tekanan yang sangat hebat akibat pembatasan aktivitas masyarakat. Sritex, sebagai salah satu raksasa industri tekstil di Indonesia, dinilai memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas lapangan kerja bagi ribuan karyawan serta mendukung ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang menjadi kebutuhan mendesak bagi tenaga medis.

Pemberian kredit tersebut, menurut Babay, tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan komersial perbankan secara kaku, melainkan didorong oleh semangat nasionalisme untuk memastikan sektor industri strategis tidak kolaps. Ia meyakini bahwa jika industri sebesar Sritex tumbang pada masa itu, akan terjadi efek domino yang memperburuk kondisi ekonomi nasional yang sudah sangat rapuh.

Lebih lanjut, Babay menekankan bahwa seluruh mekanisme pengajuan hingga pencairan kredit telah dilakukan dengan mempertimbangkan situasi darurat yang melanda Indonesia. Ia berharap majelis hakim dapat melihat konteks kedaruratan nasional tersebut sebagai faktor utama dalam menilai setiap kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen bank pada periode sulit tersebut.

Hingga saat ini, jalannya persidangan terus menjadi sorotan publik mengingat besarnya nilai kredit dan implikasi hukum yang menyertainya. Namun, Babay tetap konsisten dengan pernyataannya bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah krisis global yang tidak terduga.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua