SNANEPAPUA.COM – Peristiwa memilukan menimpa warga di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa sedikitnya 16 orang dinyatakan meninggal dunia setelah banjir bandang dahsyat menerjang sejumlah desa dan kampung di wilayah tersebut pada Rabu (7/1).
Bencana alam yang terjadi secara mendadak ini mengejutkan warga setempat yang tengah beraktivitas. Curah hujan dengan intensitas yang sangat ekstrem diduga menjadi pemicu utama meluapnya debit air yang membawa material lumpur, batang pohon, dan bebatuan besar dari perbukitan langsung menuju ke arah pemukiman penduduk di bawahnya.
Tim penyelamat gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi. Fokus utama petugas saat ini adalah menyisir area terdampak guna mencari kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun material banjir atau terseret arus deras yang sempat melanda kawasan tersebut.
Selain menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak, banjir bandang ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang sangat parah. Sejumlah rumah warga dilaporkan hancur rata dengan tanah, sementara akses jalan utama di beberapa titik terputus total, sehingga menyulitkan penyaluran bantuan logistik dan tim medis ke lokasi-lokasi yang terisolasi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan mendalam mengenai total kerugian materiil dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi di posko-posko darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang diprediksi masih akan terjadi di wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa hari ke depan.
Editor: SnanePapua
