SNANEPAPUA.COM – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) secara resmi mengumumkan penutupan seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Kerinci. Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan pada gunung api tertinggi di Indonesia tersebut.
Keputusan penutupan ini mulai diberlakukan setelah pihak berwenang memantau perkembangan aktivitas kawah yang menunjukkan gejala ketidakstabilan sejak akhir pekan lalu. Keamanan dan keselamatan para pendaki menjadi prioritas utama di tengah kondisi geologis yang dinilai sedang tidak menentu.
Pihak BBTNKS menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas vulkanik ini terpantau melalui instrumen pemantauan gunung api yang terpasang. Munculnya kekhawatiran akan potensi bahaya seperti hembusan gas beracun maupun erupsi freatik yang bisa terjadi sewaktu-waktu membuat kawasan puncak dianggap terlalu berisiko untuk dikunjungi oleh masyarakat umum maupun wisatawan.
Dengan berlakunya kebijakan ini, seluruh aktivitas wisata minat khusus maupun pendakian dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Para calon pendaki yang sebelumnya telah merencanakan perjalanan atau sudah melakukan registrasi diminta untuk menjadwalkan ulang agenda mereka demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi pengelola taman nasional maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Koordinasi intensif terus dilakukan oleh petugas di lapangan guna memastikan situasi kembali kondusif sebelum jalur pendakian dapat dibuka kembali bagi para pecinta alam.
Editor: SnanePapua
