SNANEPAPUA.COM – Ketegangan kembali memuncak di wilayah Tepi Barat setelah pasukan militer Israel melancarkan serangan mendadak ke area pendidikan. Universitas Birzeit di Ramallah menjadi sasaran penggerebekan yang mengakibatkan belasan warga Palestina mengalami luka-luka dan harus segera mendapatkan perawatan medis darurat di rumah sakit terdekat.
Berdasarkan laporan lapangan, aksi kekerasan tersebut terjadi dalam sebuah operasi militer yang merangsek masuk ke dalam lingkungan kampus. Pasukan Israel dilaporkan melakukan tindakan represif yang memicu bentrokan dengan para mahasiswa, menambah panjang daftar insiden kekerasan di wilayah pendudukan yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Pihak medis melaporkan bahwa setidaknya 11 warga Palestina menjadi korban luka dalam insiden tersebut. Para korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Arab Istishari di Ramallah untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi para korban bervariasi, mulai dari luka fisik akibat benturan hingga dampak dari gas air mata yang ditembakkan aparat di area universitas.
Serangan terhadap institusi pendidikan seperti Universitas Birzeit ini menuai kecaman luas dari berbagai pihak. Fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi zona aman bagi para pelajar justru berubah menjadi medan konflik yang mencekam, mengganggu stabilitas akademik dan psikologis para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di sana.
Penggerebekan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi militer Israel yang lebih luas di Tepi Barat. Hingga saat ini, situasi di sekitar Ramallah dilaporkan masih sangat tegang, sementara otoritas setempat terus memantau perkembangan kondisi para korban yang tengah dirawat intensif.
Editor: SnanePapua
