Januari 10, 2026

Krisis Politik Venezuela Memuncak: Presiden Interim Dilantik Saat Maduro Terjerat Kasus Hukum di Amerika Serikat

SNANEPAPUA.COM – Situasi politik di Venezuela kembali memanas setelah pelantikan presiden interim baru di tengah drama hukum yang menjerat Nicolás Maduro. Langkah ini menandai babak baru dalam krisis kepemimpinan yang telah lama melanda negara Amerika Latin tersebut, menciptakan ketegangan baik di tingkat domestik maupun internasional yang semakin sulit diprediksi arahnya.

Nicolás Maduro, yang selama ini memegang kendali kekuasaan dengan tangan besi, dilaporkan telah menyatakan diri tidak bersalah dalam persidangan di pengadilan Amerika Serikat. Maduro menghadapi berbagai tuduhan serius yang diajukan oleh otoritas hukum AS, namun ia tetap bersikap menantang dan menolak segala dakwaan yang dialamatkan kepadanya serta lingkaran dalamnya dalam persidangan tersebut.

Menanggapi situasi yang semakin menyudutkan posisi mereka, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan pernyataan emosional yang mengecam tindakan hukum tersebut. Rodriguez menyebut proses hukum terhadap Maduro dan istrinya sebagai sebuah bentuk “penculikan” yang tidak sah secara internasional, serta menegaskan kesetiaan pemerintahannya terhadap pemimpin yang kini tengah menghadapi tekanan hukum di luar negeri.

Di sisi lain, pelantikan presiden interim dipandang sebagai upaya strategis dari pihak oposisi dan didukung oleh sebagian komunitas internasional untuk mengembalikan tatanan demokrasi di Venezuela. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi transisi kekuasaan yang lebih stabil, meskipun risiko konflik horizontal antara pendukung setia Maduro dan pihak oposisi tetap membayangi setiap kebijakan yang diambil di lapangan.

Kondisi ekonomi dan sosial di Venezuela yang terus memburuk menambah urgensi penyelesaian krisis politik yang berlarut-larut ini. Masyarakat internasional kini menanti langkah selanjutnya dari pengadilan Amerika Serikat serta bagaimana dinamika kekuasaan di Caracas akan berkembang setelah pelantikan presiden sementara tersebut di tengah tekanan global yang semakin kuat terhadap rezim Maduro.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua