SNANEPAPUA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa situasi di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih berada dalam kondisi kritis akibat bencana tanah longsor yang terus terjadi. Selama tiga hari terakhir, intensitas longsor susulan dilaporkan masih tinggi, sehingga mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah di sejumlah titik strategis. Hal ini menyebabkan akses transportasi terputus dan aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh total di beberapa area yang terdampak paling parah.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, pemerintah daerah bersama BNPB memutuskan untuk tetap memberlakukan status Tanggap Darurat. Penetapan status ini bertujuan untuk memobilisasi sumber daya secara lebih cepat, baik dalam hal evakuasi korban maupun pendistribusian bantuan logistik ke posko-posko pengungsian.
Tim reaksi cepat dari berbagai unsur relawan dan TNI-Polri saat ini terus disiagakan di lapangan untuk memantau titik-titik rawan longsor baru. BNPB juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat yang bermukim di lereng perbukitan agar segera mengungsi secara mandiri jika curah hujan mulai meningkat tajam guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Upaya pembersihan material longsor yang menutup badan jalan masih terus diupayakan meski terkendala oleh ancaman longsor susulan yang bisa terjadi kapan saja. Pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan keselamatan warga hingga kondisi geologis di Kabupaten Agam dinyatakan benar-benar stabil dan aman kembali.
Editor: SnanePapua
