Januari 10, 2026

Nicolas Maduro Mengaku Sebagai ‘Tawanan Perang’ di Sidang AS, Bantah Tuduhan Narkoba dan Senjata

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan menyelimuti ruang sidang saat Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menjalani proses hukum yang dramatis di Amerika Serikat. Dalam persidangan yang berlangsung selama kurang lebih 40 menit tersebut, Maduro mengejutkan publik dengan menyatakan dirinya sebagai ‘tawanan perang’ di hadapan majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan.

Didampingi oleh istrinya, Cilia Flores, Maduro menghadapi serangkaian dakwaan berat yang mencakup keterlibatan dalam perdagangan narkotika internasional serta kepemilikan senjata api ilegal. Kehadiran pasangan ini di ruang sidang menjadi pusat perhatian global, mengingat ketegangan diplomatik yang telah lama terjadi antara Venezuela dan Amerika Serikat.

Selama pembacaan dakwaan atau arraignment, baik Maduro maupun Cilia Flores secara tegas menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan yang diajukan oleh jaksa penuntut. Pembelaan ini menandai dimulainya babak baru dalam pertarungan hukum yang melibatkan tokoh-tokoh tinggi dari pemerintahan Amerika Latin di tanah Amerika Serikat.

Suasana di dalam ruangan sidang dilaporkan sangat emosional namun tetap terkendali di bawah penjagaan ketat pihak berwenang. Maduro menggunakan kesempatan tersebut untuk menegaskan posisinya bahwa proses hukum ini merupakan bentuk intimidasi politik dan bukan sekadar penegakan hukum murni atas kasus kriminalitas.

Kasus ini diperkirakan akan memicu perdebatan panjang di kancah internasional mengenai yurisdiksi hukum dan hubungan diplomatik antarnegara. Hingga saat ini, tim hukum Maduro terus berupaya untuk mematahkan bukti-bukti yang diajukan oleh pihak penuntut dalam persidangan yang sangat dinantikan hasilnya oleh publik dunia.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua