SNANEPAPUA.COM – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra kini memasuki fase kritis dengan jumlah korban jiwa yang terus meningkat secara signifikan. Berdasarkan data terbaru hingga 4 Januari 2026, tercatat ribuan nyawa melayang akibat bencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda berbagai titik di pulau tersebut.
Angka kematian yang dilaporkan oleh pihak berwenang kini telah mencapai 1.177 jiwa. Tragedi memilukan ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan yang pernah melanda Sumatra dalam beberapa dekade terakhir, mengingat cakupan wilayah terdampak yang sangat luas serta intensitas curah hujan ekstrem yang tak kunjung reda.
Selain korban meninggal dunia, tim penyelamat gabungan masih terus berupaya keras melakukan pencarian terhadap 148 orang yang dinyatakan hilang. Proses evakuasi dan pencarian dilakukan di tengah medan yang sangat sulit, di mana tumpukan material longsor dan genangan air tinggi masih menghambat akses alat berat menuju lokasi-lokasi yang terisolasi.
Dampak sosial dari bencana ini juga sangat masif, di mana sebanyak 242.174 jiwa terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka yang hancur atau terendam. Para pengungsi kini tersebar di berbagai posko darurat dan tenda-tenda sementara dengan keterbatasan fasilitas, serta sangat membutuhkan bantuan logistik, obat-obatan, dan air bersih.
Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi untuk mempercepat langkah-langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Masyarakat di seluruh wilayah Sumatra diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengancam dalam beberapa hari ke depan.
Editor: SnanePapua
