SNANEPAPUA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 11 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh serta Sumatera Barat secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana. Keputusan ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem dan dampak kerusakan yang masih memerlukan penanganan intensif dari berbagai pihak terkait agar pemulihan pasca-bencana berjalan optimal.
Di wilayah Aceh, beberapa daerah seperti Aceh Tamiang terus melakukan upaya pemulihan intensif pasca-bencana yang melanda wilayah tersebut. Pemerintah daerah setempat menilai bahwa perpanjangan status ini sangat krusial untuk memastikan distribusi bantuan logistik dan proses rehabilitasi infrastruktur dasar dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi yang rumit di lapangan.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, perhatian utama tertuju pada Kabupaten Agam yang masih dalam kondisi rawan. Wilayah ini dilaporkan menghadapi risiko tinggi terjadinya longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan warga sewaktu-waktu. Kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi yang masih mengguyur menjadi alasan utama mengapa otoritas setempat tetap mempertahankan status siaga penuh.
Pihak BNPB menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam masa tanggap darurat ini. Tim reaksi cepat terus disiagakan di titik-titik rawan untuk memantau pergerakan tanah serta debit air sungai guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. Masyarakat pun dihimbau untuk selalu waspada dan mengikuti instruksi evakuasi jika situasi di lapangan memburuk.
Upaya mitigasi jangka panjang kini juga mulai direncanakan sembari menyelesaikan penanganan darurat di 11 daerah tersebut. Diharapkan dengan perpanjangan status ini, seluruh sumber daya dapat dikerahkan secara maksimal untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana alam di awal tahun ini secara cepat dan menyeluruh.
Editor: SnanePapua
