SNANEPAPUA.COM – Memasuki hari pertama sekolah di tahun ajaran baru, tantangan besar masih membayangi dunia pendidikan di wilayah Sumatra. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa proses pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana alam di beberapa provinsi belum sepenuhnya rampung hingga saat ini.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, mengingat pentingnya keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para siswa di tengah situasi pascabencana. Beberapa wilayah yang menjadi fokus utama perhatian meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, di mana dampak bencana alam sebelumnya masih menyisakan kerusakan pada infrastruktur sekolah.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa meskipun upaya perbaikan terus dilakukan secara intensif oleh berbagai pihak, skala kerusakan yang cukup masif di beberapa titik membuat proses rehabilitasi membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Hal ini menyebabkan sejumlah siswa harus memulai hari pertama sekolah mereka dengan fasilitas yang masih terbatas atau bahkan di lokasi darurat.
Koordinasi antara kementerian dengan pemerintah daerah setempat terus ditingkatkan guna mempercepat proses pemulihan fisik bangunan. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keamanan bangunan sekolah agar layak digunakan kembali oleh para guru dan murid, serta memastikan bantuan logistik pendidikan tersalurkan dengan tepat sasaran.
Ke depannya, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di lingkungan sekolah guna meminimalisir dampak serupa di masa mendatang. Diharapkan dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, seluruh sekolah di wilayah terdampak bencana di Sumatra dapat segera beroperasi normal kembali dalam waktu dekat.
Editor: SnanePapua
