Januari 26, 2026

Badai Salju Dahsyat Terjang Amerika Serikat: Ribuan Penerbangan Batal dan Pemadaman Listrik Massal

SNANEPAPUA.COM – Badai musim dingin yang sangat kuat, sering dijuluki sebagai ‘monster storm’, saat ini tengah menerjang wilayah luas Amerika Serikat, membentang dari Texas di selatan hingga New England di timur laut. Fenomena cuaca ekstrem ini telah memicu pemadaman listrik massal yang berdampak pada ratusan ribu rumah tangga dan menyebabkan pembatalan ribuan jadwal penerbangan di berbagai bandara utama, menciptakan kekacauan logistik di awal tahun 2026.

Lumpuhnya Jaringan Transportasi dan Energi

Intensitas badai yang membawa salju tebal, hujan es, dan angin kencang ini memaksa otoritas penerbangan untuk membatalkan lebih dari ribuan penerbangan domestik dan internasional. Bandara-bandara besar seperti Dallas-Fort Worth, Chicago O’Hare, dan JFK di New York melaporkan penundaan signifikan yang berdampak pada rantai pasokan global. Selain sektor transportasi, jaringan listrik di beberapa negara bagian mengalami kegagalan fungsi akibat pohon tumbang dan beban salju yang berat pada kabel transmisi.

Di Texas, kekhawatiran akan ketahanan jaringan listrik kembali mencuat, mengingat sejarah kegagalan sistem pemanas saat suhu anjlok di masa lalu. Warga diminta untuk membatasi penggunaan energi non-esensial sementara teknisi bekerja di lapangan dalam kondisi yang sangat berbahaya untuk memulihkan layanan di tengah suhu yang membeku.

Peringatan Keamanan dan Kondisi Jalan yang Berbahaya

Otoritas cuaca nasional (National Weather Service) telah mengeluarkan peringatan keras bagi warga untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari perjalanan darat yang tidak mendesak. Kondisi jalan yang licin akibat lapisan es (black ice) telah menyebabkan serangkaian kecelakaan beruntun di jalan tol lintas negara bagian. Tim penyelamat bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi pengemudi yang terjebak di tengah badai salju yang membutakan (whiteout conditions).

Gubernur di beberapa negara bagian telah menetapkan status darurat untuk mempercepat mobilisasi bantuan dan sumber daya Garda Nasional. Langkah ini diambil guna membantu pembersihan salju di jalur-jalur utama serta distribusi bantuan logistik bagi warga yang terisolasi tanpa pemanas ruangan. Pemerintah daerah juga telah membuka pusat-pusat penghangat bagi warga yang rumahnya mengalami pemadaman listrik total.

Analisis/Perspektif

Kejadian ini bukan sekadar anomali cuaca musiman, melainkan pengingat keras akan kerentanan infrastruktur modern terhadap fenomena cuaca ekstrem yang frekuensinya semakin meningkat. Secara ekonomi, pembatalan penerbangan massal dan pemadaman listrik ini menimbulkan kerugian miliaran dolar dalam hitungan hari. Dari perspektif kebijakan, pemerintah Amerika Serikat kini menghadapi tekanan besar untuk mempercepat modernisasi jaringan listrik (smart grid) agar lebih tahan terhadap fluktuasi suhu ekstrem yang dipicu oleh perubahan iklim global. Ketahanan energi kini telah bertransformasi menjadi isu keamanan nasional yang mendesak, menuntut investasi besar-besaran pada infrastruktur yang lebih tangguh dan adaptif terhadap krisis iklim masa depan.

Cek Sumber Asli: Al Jazeera

Editor: SnanePapua