SNANEPAPUA.COM – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terhadap pemerintah Iran terkait rencana eksekusi mati terhadap para pengunjuk rasa. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan yang sangat kuat jika Iran tetap melanjutkan kebijakan represif tersebut terhadap warga sipilnya sendiri.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan yang mengkhawatirkan mengenai nasib para tahanan politik di Iran. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BBC Persian, kerabat dari salah satu demonstran yang ditahan mengungkapkan bahwa jadwal eksekusi dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Rabu ini, memicu kekhawatiran global akan pelanggaran hak asasi manusia yang lebih lanjut.
Eskalasi kekerasan di Iran dilaporkan telah mencapai titik yang sangat kritis. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban tewas akibat demonstrasi besar-besaran di negara tersebut telah melampaui angka 2.400 orang. Angka ini mencerminkan betapa brutalnya penanganan aparat keamanan terhadap rakyat yang menuntut perubahan di Teheran dan kota-kota lainnya.
Donald Trump melalui platform komunikasinya menekankan bahwa dunia internasional tidak boleh tinggal diam melihat kekejaman tersebut. Ia berjanji bahwa di bawah kepemimpinannya nanti, Amerika Serikat tidak akan menoleransi tindakan yang dianggap tidak manusiawi tersebut dan siap memberikan tekanan ekonomi maupun diplomatik yang jauh lebih berat bagi rezim Iran.
Situasi di Iran terus dipantau secara ketat oleh berbagai lembaga internasional. Banyak pihak mendesak agar pemerintah Iran segera menghentikan eksekusi tersebut dan membuka ruang dialog. Namun, dengan ancaman yang dikeluarkan oleh Trump, tensi antara Washington dan Teheran diprediksi akan kembali memanas dalam waktu dekat.
Editor: SnanePapua
