SNANEPAPUA.COM – Sebanyak sebelas bank sentral terkemuka di dunia secara resmi menyatakan dukungan penuh mereka kepada Ketua Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, Jerome Powell. Dukungan kolektif ini muncul sebagai bentuk solidaritas internasional yang kuat menyusul langkah mengejutkan pemerintah Amerika Serikat yang meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap lembaga otoritas moneter tertinggi di Negeri Paman Sam tersebut.
Pernyataan dukungan ini mencerminkan kekhawatiran global yang mendalam terhadap stabilitas pasar keuangan jika independensi The Fed mulai terganggu oleh proses hukum. Para pemimpin bank sentral dunia menilai bahwa integritas Jerome Powell dalam memimpin kebijakan moneter AS sangat krusial bagi kesehatan ekonomi global, terutama di tengah situasi inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi berbagai negara saat ini.
Investigasi kriminal yang diarahkan kepada The Fed telah memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat ekonomi dan politisi. Meskipun detail spesifik mengenai fokus penyelidikan tersebut belum dibuka sepenuhnya ke publik, langkah hukum ini dianggap oleh banyak pihak sebagai tekanan politik yang berpotensi mengancam otonomi bank sentral dalam menetapkan suku bunga serta mengelola kebijakan moneter tanpa campur tangan eksekutif.
Solidaritas yang ditunjukkan oleh sebelas bank sentral dari berbagai belahan dunia ini merupakan fenomena yang jarang terjadi dalam sejarah diplomasi ekonomi internasional. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran The Fed sebagai jangkar ekonomi dunia, di mana setiap guncangan dalam struktur kepemimpinannya dikhawatirkan akan berdampak langsung pada volatilitas nilai tukar mata uang dan arus investasi di pasar global.
Hingga berita ini diturunkan, pihak The Fed maupun Jerome Powell sendiri belum memberikan tanggapan resmi yang mendalam terkait penyelidikan yang sedang berlangsung. Namun, dukungan moral dari rekan-rekan sejawat di tingkat internasional diharapkan dapat menjaga kredibilitas institusi tersebut di mata investor global di tengah badai hukum yang sedang mereka hadapi.
Editor: SnanePapua
