Januari 14, 2026

Kontroversi Pelatihan Singkat Agen ICE: Benarkah Hanya 47 Hari di Era Trump?

SNANEPAPUA.COM – Isu mengenai durasi pelatihan agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) kembali menjadi sorotan tajam publik internasional. Hal ini dipicu oleh sebuah insiden penembakan yang melibatkan petugas ICE, yang kemudian memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas serta kesiapan para agen di lapangan setelah adanya kebijakan pemangkasan waktu pelatihan yang signifikan di bawah pemerintahan Donald Trump.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa durasi pelatihan dasar bagi petugas ICE kabarnya telah dipangkas secara drastis menjadi hanya 47 hari saja. Pengurangan masa studi dan praktik lapangan ini dianggap sangat mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan standar pelatihan penegak hukum federal lainnya di Amerika Serikat yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan untuk memastikan kompetensi penuh.

Para kritikus dan ahli keamanan menyatakan kekhawatiran mereka bahwa pelatihan yang terburu-buru ini dapat membahayakan keselamatan publik serta keselamatan agen itu sendiri. Dengan waktu yang sangat terbatas, para calon petugas dikhawatirkan tidak mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai prosedur de-eskalasi, hukum imigrasi yang sangat kompleks, serta penggunaan kekuatan yang tepat dalam situasi krisis yang dinamis.

Kebijakan ini diketahui merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk mempercepat proses perekrutan personel guna memperketat pengawasan perbatasan dan meningkatkan angka deportasi secara masif. Namun, langkah percepatan ini kini menuai polemik panjang, terutama setelah beberapa insiden di lapangan menunjukkan adanya potensi kurangnya kesiapan mental dan taktis dari para petugas yang baru lulus dari program singkat tersebut.

Saat ini, perdebatan mengenai perlunya mengevaluasi kembali kurikulum dan durasi pelatihan ICE terus mengemuka di tingkat nasional Amerika Serikat. Banyak pihak mendesak otoritas terkait agar standar pelatihan dikembalikan ke durasi semula demi menjamin profesionalisme, etika kerja, dan akuntabilitas dalam setiap tindakan penegakan hukum imigrasi di Negeri Paman Sam tersebut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua