Februari 5, 2026

Ketegangan Memuncak! AS Kecam Keras Penggunaan Rudal Nuklir Oreshnik oleh Rusia di Ukraina

SNANEPAPUA.COM – Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap Rusia dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah diplomasi ini diambil menyusul penggunaan rudal balistik jarak menengah Oreshnik oleh Moskow, yang dinilai sebagai bentuk eskalasi konflik yang sangat berbahaya dan provokatif di wilayah Ukraina.

Dalam forum internasional tersebut, perwakilan Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan Rusia tidak hanya memperburuk situasi di lapangan, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan global secara keseluruhan. Penggunaan teknologi persenjataan canggih ini dianggap sebagai upaya intimidasi yang melampaui batas-batas peperangan konvensional yang selama ini terjadi di kawasan Eropa Timur.

Rudal Oreshnik sendiri dikenal sebagai senjata berkemampuan nuklir yang memiliki daya hancur signifikan dan kecepatan yang sulit diantisipasi oleh sistem pertahanan udara biasa. Rusia meluncurkan rudal ini di tengah rentetan serangan mematikan yang terus menghantam berbagai titik strategis di Ukraina, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil serta kerusakan infrastruktur publik yang masif.

Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa penggunaan rudal dengan spesifikasi tersebut menunjukkan ketidakinginan Rusia untuk mencari jalan keluar melalui jalur dialog. Sebaliknya, manuver militer ini justru memperlihatkan ambisi Moskow untuk terus menekan kedaulatan Ukraina dengan kekuatan militer yang kian brutal, yang pada akhirnya memicu reaksi keras dari berbagai negara anggota PBB lainnya.

Kondisi di Ukraina kini berada pada titik yang sangat kritis seiring dengan meningkatnya intensitas serangan udara Rusia yang menggunakan alutsista generasi terbaru. Dunia internasional kini tengah menanti langkah konkret selanjutnya dari Dewan Keamanan PBB untuk meredam ketegangan ini agar tidak berkembang menjadi konflik berskala global yang jauh lebih menghancurkan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua