SNANEPAPUA.COM – Dunia sepak bola internasional kembali diguncang oleh isu sensitif terkait diskriminasi. Josh Cavallo, pesepak bola profesional pertama yang secara terbuka menyatakan dirinya sebagai gay, melontarkan tuduhan serius terhadap mantan klubnya. Cavallo mengeklaim bahwa dirinya dipinggirkan dari skuad utama bukan karena performa di lapangan, melainkan karena orientasi seksualnya yang dianggap menjadi hambatan bagi pihak klub.
Pemain yang sempat menjadi ikon inklusivitas dalam olahraga ini mengungkapkan rasa kecewanya melalui pernyataan yang menarik perhatian publik global. Menurutnya, perlakuan yang ia terima selama berada di klub tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai kesetaraan yang selama ini dikampanyekan oleh berbagai federasi sepak bola dunia. Ia merasa ada tekanan terselubung yang membuatnya sulit untuk berkembang secara profesional setelah pengakuannya tersebut.
Menanggapi tuduhan yang beredar luas, pihak Adelaide United segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk memberikan klarifikasi. Klub asal Australia tersebut menyatakan bahwa mereka “menolak secara kategoris” klaim yang diajukan oleh Cavallo. Pihak manajemen menegaskan bahwa setiap keputusan teknis mengenai pemilihan pemain murni didasarkan pada kebutuhan strategi tim dan kondisi kebugaran atlet, tanpa ada unsur subjektivitas terkait kehidupan pribadi pemain.
Kasus ini memicu perdebatan panjang mengenai sejauh mana dunia sepak bola benar-benar telah menerima keberagaman. Meskipun kampanye antidiskriminasi terus digalakkan, pengakuan Cavallo menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar yang dihadapi oleh atlet dari komunitas LGBTQ+ di lingkungan kerja profesional. Hal ini menjadi pengingat bagi industri olahraga untuk terus mengevaluasi kebijakan internal mereka guna memastikan lingkungan yang aman bagi semua pihak.
Hingga saat ini, polemik antara Josh Cavallo dan Adelaide United masih menjadi sorotan utama media-media olahraga internasional. Para penggemar dan pengamat sepak bola kini menantikan apakah akan ada langkah hukum atau investigasi lebih lanjut dari otoritas liga untuk menuntaskan permasalahan ini secara transparan demi menjaga integritas sportivitas di lapangan hijau.
Editor: SnanePapua
