Januari 13, 2026

Bertaruh Nyawa Demi Ilmu: Kisah Mengharukan Anak Gaza Belajar di Bawah Ancaman Sniper

SNANEPAPUA.COM – Di tengah kecamuk konflik yang melanda wilayah Gaza utara, anak-anak Palestina harus menunjukkan keberanian luar biasa hanya untuk mendapatkan hak dasar mereka, yakni pendidikan. Salah satu kisah yang menyayat hati datang dari Toulin Al-Hindi, seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun yang setiap harinya harus mempertaruhkan nyawa demi mencapai sekolah tendanya.

Toulin dan rekan-rekan sebayanya terpaksa belajar di dalam tenda-tenda darurat yang didirikan di lokasi yang sangat berbahaya. Sekolah ini berada sangat dekat dengan apa yang disebut sebagai ‘garis kuning’ Israel, sebuah zona demarkasi yang sering kali menjadi titik panas kontak senjata dan aktivitas militer yang intens.

Ancaman yang dihadapi para siswa ini bukanlah sekadar suara ledakan di kejauhan, melainkan risiko langsung dari tembakan penembak jitu atau sniper. Setiap langkah yang diambil Toulin menuju sekolah tendanya dibayang-bayangi oleh moncong senjata yang siap meletus kapan saja, menciptakan suasana belajar yang penuh dengan ketakutan dan ketegangan luar biasa.

Kondisi infrastruktur pendidikan di Gaza memang telah hancur total akibat serangan yang terus berlanjut, memaksa warga setempat mencari inisiatif agar generasi muda mereka tidak buta huruf. Belajar di bawah tenda dengan fasilitas seadanya menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa, meskipun keselamatan fisik para siswa dan guru sama sekali tidak terjamin di bawah pengawasan militer yang ketat.

Kisah perjuangan Toulin Al-Hindi mencerminkan ketangguhan mental anak-anak Gaza yang menolak untuk menyerah pada keadaan. Meskipun suara tembakan sering kali memecah keheningan saat mereka menulis di buku catatan, semangat untuk tetap bersekolah tetap menyala sebagai simbol perlawanan terhadap kehancuran masa depan mereka.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua