Januari 13, 2026

Geger! Politisi Republik Balik Melawan Presiden AS Terkait Dakwaan Ketua Fed, Independensi Ekonomi Terancam?

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan politik di Amerika Serikat mencapai babak baru setelah sejumlah anggota legislatif dari Partai Republik secara mengejutkan memilih untuk berbeda pandangan dengan Presiden terkait dakwaan terhadap Ketua Federal Reserve (Fed). Langkah ini menandai keretakan internal yang signifikan di tengah upaya pemerintah untuk menekan lembaga keuangan tertinggi negara tersebut, yang memicu perdebatan panas di koridor kekuasaan Washington.

Keputusan para politisi Republik ini muncul menyusul gelombang kritik keras yang datang dari para mantan pemimpin Federal Reserve. Mereka secara kolektif menyuarakan keprihatinan mendalam dan menyebut dakwaan tersebut sebagai sebuah ‘upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya’ untuk merusak independensi bank sentral Amerika Serikat. Selama puluhan tahun, independensi Fed dianggap sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan global.

Perselisihan ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam tentang potensi politisasi kebijakan moneter yang seharusnya bersifat teknokratis. Meskipun pihak kepresidenan berupaya untuk menegakkan narasi hukum tertentu, dukungan dari anggota partainya sendiri justru mulai goyah. Banyak pihak menilai bahwa langkah hukum terhadap Ketua Fed dapat merusak kepercayaan pasar internasional terhadap mata uang dolar dan kredibilitas institusi keuangan AS secara keseluruhan.

Para ahli ekonomi dan pengamat politik memperingatkan bahwa jika independensi bank sentral benar-benar terkompromi, hal itu dapat memicu ketidakpastian ekonomi yang meluas. Kritik tajam dari para mantan ketua Fed menegaskan bahwa intervensi politik dalam urusan perbankan sentral dapat merusak mekanisme kontrol inflasi dan penetapan suku bunga yang seharusnya bebas dari pengaruh kepentingan elektoral sesaat atau tekanan dari pihak eksekutif.

Hingga saat ini, situasi di Washington masih sangat dinamis dengan kedua belah pihak yang terus mempertahankan argumen masing-masing di hadapan publik. Krisis ini diperkirakan akan menjadi ujian besar bagi sistem demokrasi dan prinsip pemisahan kekuasaan di Amerika Serikat, sekaligus menentukan arah kebijakan ekonomi negara tersebut di masa depan yang penuh tantangan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua