SNANEPAPUA.COM – Upaya masif China untuk mentransformasi ekonominya melalui pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan robotika canggih tampaknya masih menghadapi jalan terjal. Meskipun sektor teknologi baru ini tumbuh pesat, para ahli menilai kontribusinya belum cukup kuat untuk menutup celah besar yang ditinggalkan oleh kemerosotan sektor real estat yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru dari Rhodium Group dan KKR, sektor teknologi baru ini hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan ekonomi China. Sementara itu, sektor properti yang sedang mengalami krisis menyumbang porsi yang jauh lebih besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Ketimpangan ini menciptakan tantangan serius bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi jangka panjang di tengah transisi yang menyakitkan.
Ketergantungan yang tinggi pada ekspor teknologi canggih juga membuat ekonomi China semakin rentan terhadap risiko perdagangan global. Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan hambatan perdagangan dari negara-negara Barat, strategi pertumbuhan yang berbasis pada manufaktur teknologi tinggi ini menghadapi ancaman proteksionisme yang dapat menghambat laju ekspansi pasar internasional secara signifikan.
Penurunan di sektor properti tidak hanya berdampak pada industri konstruksi, tetapi juga merembet ke kekayaan rumah tangga dan konsumsi domestik. Meskipun investasi di bidang AI dan robotika terus digenjot, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja secara luas dan peningkatan daya beli masyarakat belum terlihat cukup signifikan dalam waktu dekat untuk menggantikan peran masif yang dulu dimainkan oleh sektor properti.
Para analis menekankan bahwa China membutuhkan strategi yang lebih komprehensif untuk mendiversifikasi ekonominya. Mengandalkan sektor teknologi saja tanpa menangani akar permasalahan di sektor properti dan memperkuat konsumsi internal dapat membuat ekonomi tetap rentan terhadap guncangan eksternal. Masa depan ekonomi China kini bergantung pada seberapa cepat sektor-sektor baru ini dapat tumbuh untuk benar-benar menjadi motor penggerak utama.
Editor: SnanePapua
