Januari 12, 2026

Penantian Panjang Berakhir: Mahkamah Internasional Resmi Gelar Sidang Genosida Rohingya Terhadap Myanmar

SNANEPAPUA.COM – Mahkamah Internasional (ICJ) secara resmi memulai persidangan penuh terkait dugaan genosida terhadap etnis Rohingya oleh militer Myanmar. Langkah hukum bersejarah ini menjadi titik terang bagi jutaan pengungsi yang telah lama menantikan keadilan atas kekejaman yang mereka alami selama bertahun-tahun di tanah kelahiran mereka.

Persidangan ini menandai momen krusial sebagai kasus genosida penuh pertama yang ditangani oleh badan hukum tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut dalam lebih dari satu dekade terakhir. Fokus utama dari kasus hukum ini adalah pembuktian atas tuduhan bahwa militer Myanmar melakukan tindakan sistematis yang bertujuan menghancurkan kelompok minoritas Muslim Rohingya secara keseluruhan maupun sebagian.

Di kamp-kamp pengungsian yang padat di Bangladesh, ribuan warga Rohingya menyambut kabar dimulainya persidangan ini dengan penuh harapan dan doa. Bagi mereka, proses hukum di Den Haag bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan kesempatan terakhir untuk membuktikan kebenaran di balik operasi militer brutal tahun 2017 yang memaksa ratusan ribu orang melarikan diri demi menyelamatkan nyawa.

Kasus ini awalnya diajukan oleh Gambia, sebuah negara kecil di Afrika Barat, dengan dukungan kuat dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Inisiatif hukum ini menjadi simbol solidaritas internasional yang kuat dalam upaya menentang pelanggaran hak asasi manusia berat serta menghapus impunitas yang selama ini seolah melindungi rezim militer Myanmar dari jeratan hukum internasional.

Meskipun proses hukum di ICJ diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama hingga mencapai putusan akhir, pembukaan sidang ini dianggap sebagai kemenangan moral yang signifikan bagi para penyintas. Saat ini, mata dunia tertuju pada Den Haag untuk melihat bagaimana keadilan ditegakkan bagi salah satu kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia tersebut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua