Januari 12, 2026

Profil Reza Pahlavi: Pangeran Terasing yang Serukan Rakyat Iran Rebut Kota-kota Besar

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan politik di Iran kembali memuncak setelah Reza Pahlavi, putra mahkota yang kini hidup di pengasingan, secara terbuka menyerukan kepada rakyat Iran untuk segera turun ke jalan dan menguasai pusat-pusat kota. Seruan ini muncul sebagai bentuk perlawanan langsung terhadap rezim yang berkuasa di Teheran, memicu gelombang diskusi baru mengenai masa depan kepemimpinan di negara tersebut.

Reza Pahlavi merupakan putra tertua dari Mohammad Reza Pahlavi, Shah Iran terakhir yang digulingkan dalam Revolusi Islam tahun 1979. Sejak kejatuhan dinasti ayahnya, ia menetap di Amerika Serikat dan secara konsisten memosisikan dirinya sebagai tokoh sentral bagi gerakan oposisi di luar negeri. Langkah terbarunya yang mendesak warga untuk ‘merebut pusat kota’ dianggap sebagai eskalasi serius dalam upayanya menumbangkan pemerintahan saat ini.

Menanggapi seruan provokatif tersebut, pemerintah Teheran bereaksi keras dengan melontarkan tuduhan serius. Otoritas Iran menuduh Pahlavi memimpin kampanye ‘perang teroris’ yang didukung oleh kekuatan asing. Teheran mengeklaim bahwa gerakan ini bukan sekadar protes sipil, melainkan upaya sabotase terorganisir yang bertujuan untuk merusak stabilitas nasional dan kedaulatan Iran.

Dalam pesannya yang disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial, Pahlavi berargumen bahwa perubahan nyata hanya dapat dicapai jika rakyat mengambil kendali fisik atas infrastruktur penting di kota-kota besar. Ia mendesak para pendukungnya untuk tidak lagi merasa takut dan mulai melakukan mobilisasi massa yang lebih masif guna menekan pemerintah agar segera melakukan transisi kekuasaan.

Situasi ini menempatkan Iran dalam kondisi yang sangat genting, di mana krisis ekonomi domestik berpadu dengan tekanan politik internasional yang kian meningkat. Banyak pihak kini mengamati apakah seruan sang pangeran terasing ini akan mampu menggerakkan massa secara luas atau justru akan memicu tindakan represif yang lebih keras dari aparat keamanan Iran terhadap para demonstran. Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua