SNANEPAPUA.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang, Banten, mengakibatkan banjir luapan yang merendam sejumlah titik pemukiman warga. Salah satu lokasi terdampak paling parah berada di Kampung Polokiong, Desa Baros, Kecamatan Baros, di mana puluhan pasien pengobatan tradisional dilaporkan terjebak di dalam bangunan akibat kepungan air yang datang secara tiba-tiba.
Insiden ini bermula saat intensitas hujan yang tinggi memicu kenaikan debit air secara signifikan di wilayah tersebut. Berdasarkan laporan awal, terdapat sedikitnya 20 pasien yang sedang menjalani perawatan di klinik pengobatan tradisional tersebut saat air mulai merangsek masuk ke dalam area bangunan, memutus akses jalan utama bagi kendaraan maupun pejalan kaki.
Kondisi di lokasi menunjukkan bahwa ketinggian air telah mencapai level yang membahayakan, sehingga para pasien tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi secara mandiri. Sebagian besar pasien merupakan warga yang sedang membutuhkan perawatan khusus, yang menambah tingkat kesulitan dan urgensi dalam proses penyelamatan di tengah arus air yang cukup deras.
Pihak berwenang dan tim penyelamat gabungan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan darurat dari warga sekitar. Upaya evakuasi diprioritaskan bagi para pasien yang terjebak, dengan mengerahkan perahu karet dan peralatan keselamatan lainnya guna memastikan seluruh korban dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman serta mendapatkan penanganan medis lanjutan jika diperlukan.
Hingga saat ini, proses pemantauan terhadap kondisi cuaca dan ketinggian air masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas di lapangan, mengingat potensi hujan susulan yang masih mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya.
Editor: SnanePapua
