SNANEPAPUA.COM – Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin oleh kelompok Kurdi akhirnya sepakat untuk menarik diri dari kota Aleppo, Suriah. Keputusan besar ini diambil menyusul serangkaian kekerasan mematikan yang melanda kota tersebut selama beberapa hari terakhir, yang memicu kekhawatiran akan krisis kemanusiaan yang lebih dalam.
Ketegangan di Aleppo telah mencapai titik didih seiring dengan bentrokan sengit yang melibatkan berbagai faksi bersenjata di wilayah tersebut. Penarikan mundur SDF menandai pergeseran signifikan dalam penguasaan wilayah di salah satu kota paling strategis di Suriah, yang selama ini menjadi medan tempur utama bagi berbagai pihak yang bertikai.
Selama periode pertempuran yang intens tersebut, laporan mengenai jatuhnya korban jiwa terus berdatangan, menciptakan suasana mencekam bagi penduduk sipil yang terjebak di tengah konflik. Langkah mundur ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi penurunan eskalasi militer dan mencegah kerusakan infrastruktur kota yang lebih parah lagi.
Kesepakatan untuk menghentikan keterlibatan militer SDF di Aleppo ini muncul setelah adanya tekanan diplomatik dan militer yang cukup besar. Meskipun rincian mengenai posisi baru pasukan tersebut belum diumumkan secara resmi, langkah ini dianggap sebagai strategi untuk mengonsolidasi kekuatan di area lain yang dianggap lebih krusial bagi pertahanan Kurdi.
Kondisi keamanan di Aleppo kini berada dalam pengawasan ketat komunitas internasional, mengingat kota ini merupakan simbol penting dalam perang saudara Suriah yang berkepanjangan. Masa depan stabilitas di wilayah tersebut akan sangat bergantung pada bagaimana faksi-faksi lain mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pasukan SDF.
Editor: SnanePapua
