Januari 12, 2026

Kontroversi Label ‘Teroris Domestik’ dalam Penembakan Renee Good oleh Agen ICE Amerika Serikat

SNANEPAPUA.COM – Kasus penembakan tragis yang menimpa seorang wanita Amerika Serikat, Renee Good, oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) kini memicu perdebatan panas di tingkat nasional. Label ‘teroris domestik’ yang disematkan oleh pemerintah terhadap korban kini dipertanyakan secara tajam oleh berbagai pakar hukum dan pemerhati hak asasi manusia.

Sejumlah pakar menyatakan bahwa Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat diduga telah menyalahgunakan istilah ‘teroris domestik’ untuk memberikan legitimasi atas tindakan fatal yang dilakukan oleh agen lapangan. Penggunaan label ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk meredam kritik publik dan menghindari akuntabilitas hukum atas kematian yang dinilai banyak pihak tidak seharusnya terjadi.

Dalam tinjauan hukum, definisi terorisme domestik di Amerika Serikat memiliki kriteria yang sangat spesifik dan ketat. Namun, dalam kasus Renee Good, para ahli menilai bukti-bukti yang ada tidak memenuhi unsur-unsur tindakan terorisme. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa penyematan status tersebut hanyalah langkah politis yang berbahaya untuk membenarkan kekerasan aparat.

Insiden ini juga memicu gelombang protes mengenai bagaimana lembaga penegak hukum federal menggunakan retorika keamanan nasional sebagai tameng. Para kritikus berpendapat bahwa jika label teroris terus disalahgunakan tanpa pengawasan yang ketat, hal itu dapat mengancam kebebasan sipil dan memberikan kekuasaan yang tidak terkendali kepada aparat keamanan dalam menghadapi warga sipil di masa depan.

Keluarga korban beserta para aktivis kini mendesak adanya penyelidikan independen yang transparan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik penembakan tersebut. Mereka menuntut agar pemerintah berhenti menggunakan narasi keamanan untuk menutupi dugaan kesalahan prosedur yang telah merenggut nyawa Renee Good secara tragis.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua