Januari 12, 2026

Skandal Pelecehan di Google: Mantan Karyawan Klaim Dipecat Usai Laporkan Perilaku Tak Senonoh Atasan

SNANEPAPUA.COM – Sebuah kasus mengejutkan mencuat dari raksasa teknologi Google, di mana seorang mantan karyawannya, Victoria Woodall, membawa perusahaan tersebut ke meja hijau. Woodall mengeklaim bahwa dirinya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak sebagai bentuk balas dendam atau retalasi setelah ia melaporkan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang manajer senior di lingkungan kerjanya.

Dalam persidangan yang digelar baru-baru ini, Woodall mengungkapkan bahwa masalah bermula ketika ia melaporkan perilaku tidak pantas dari atasannya. Manajer tersebut dilaporkan sering menceritakan detail kehidupan pribadinya yang kontroversial, termasuk gaya hidup ‘swinger’ atau bertukar pasangan, kepada klien-klien perusahaan. Tindakan ini dinilai sangat tidak profesional dan menciptakan atmosfer kerja yang sangat tidak nyaman bagi Woodall.

Woodall menyatakan bahwa setelah ia memberanikan diri mengajukan pengaduan resmi melalui saluran internal perusahaan, perlakuan manajemen terhadap dirinya berubah drastis. Alih-alih mendapatkan perlindungan sebagai pelapor, ia justru merasa dipojokkan hingga akhirnya namanya masuk dalam daftar karyawan yang terkena redundansi. Ia meyakini bahwa alasan efisiensi perusahaan hanyalah kedok untuk menyingkirkannya karena telah bersuara.

Kasus ini kembali menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh para pekerja di industri teknologi terkait budaya kerja dan perlindungan bagi whistleblower. Meskipun perusahaan besar seperti Google mengklaim memiliki kebijakan etika yang ketat, gugatan Woodall menunjukkan adanya celah di mana pelapor justru rentan menjadi sasaran sanksi terselubung atau pemecatan dengan alasan administratif.

Hingga saat ini, proses hukum masih terus bergulir untuk membuktikan apakah keputusan PHK tersebut murni karena kebutuhan organisasi atau memang terdapat unsur balas dendam yang melanggar hak-hak pekerja. Kasus ini menjadi perhatian dunia internasional sebagai pengingat pentingnya transparansi dan keadilan dalam menangani laporan pelecehan di lingkungan profesional mana pun.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua