Januari 12, 2026

Guncangan Hebat Magnitudo 7,1 di Talaud: BNPB Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Tenang

SNANEPAPUA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru mengenai dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/1) malam tersebut sempat memicu kekhawatiran warga di wilayah perbatasan tersebut akibat intensitas guncangan yang dirasakan cukup kuat.

Berdasarkan hasil pemantauan intensif yang dilakukan oleh tim di lapangan, pusat gempa dilaporkan berada di kedalaman laut, namun getarannya terasa nyata di beberapa titik di Kepulauan Talaud. BNPB terus melakukan koordinasi secara berkala dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna memastikan kondisi terkini di lapangan serta memverifikasi dampak kerusakan yang mungkin terjadi pasca-guncangan hebat tersebut.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Hingga saat ini, tim reaksi cepat masih berupaya melakukan pendataan mendalam terhadap kemungkinan adanya kerusakan infrastruktur vital maupun rumah warga di area yang terdampak paling parah oleh getaran seismik tersebut.

Masyarakat diimbau untuk sementara waktu menjauhi bangunan yang tampak retak atau mengalami kerusakan struktural akibat gempa sebelum dilakukan pemeriksaan kelayakan oleh pihak terkait. Selain itu, warga diharapkan hanya memantau informasi dari kanal komunikasi resmi seperti BMKG dan BNPB guna menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan di tengah situasi darurat.

Langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan terus diperkuat di wilayah Sulawesi Utara mengingat kawasan ini secara geografis memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi. Kesadaran akan prosedur keselamatan mandiri, seperti berlindung di tempat yang aman saat guncangan terjadi, menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua