SNANEPAPUA.COM – Ketegangan menyelimuti ajang Piala Afrika (AFCON) setelah Maroko memastikan diri melaju ke babak semifinal dengan mengalahkan Kamerun 2-0. Namun, kemenangan gemilang tersebut dibayangi oleh protes keras dari pihak lawan yang merasa dirugikan oleh serangkaian keputusan wasit di atas lapangan hijau.
Timnas Kamerun, yang dikenal dengan julukan Indomitable Lions, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil pertandingan tersebut. Mereka mengklaim bahwa seharusnya mendapatkan dua tendangan penalti yang jelas, namun wasit yang bertugas tidak menggubris insiden-insiden krusial yang terjadi di area terlarang Maroko.
Menanggapi tudingan miring tersebut, pelatih Maroko menunjukkan reaksi yang sangat keras dan emosional. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, ia dengan tegas menolak anggapan adanya bias wasit yang menguntungkan timnya. Ia menegaskan bahwa kemenangan timnya adalah hasil murni dari kerja keras, disiplin taktik, dan performa luar biasa para pemainnya.
Sang pelatih menyatakan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi babak semifinal yang semakin dekat. Ia tidak ingin energi anak asuhnya terkuras oleh isu-isu luar lapangan yang dianggapnya tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk merusak mentalitas tim yang sedang dalam tren positif.
Dengan kemenangan 2-0 ini, Maroko kini berada di posisi yang sangat kuat untuk memperebutkan trofi bergengsi benua Afrika. Meskipun perdebatan mengenai kepemimpinan wasit masih menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola, Maroko tetap melaju dengan kepercayaan diri tinggi menuju babak empat besar.
Editor: SnanePapua
