SNANEPAPUA.COM – Perubahan lanskap ekonomi di Iran selama dua dekade terakhir telah memicu pergeseran politik yang signifikan, terutama di kalangan pedagang bazaar yang dulunya dikenal sebagai pendukung setia pemerintah. Kelompok yang secara historis menjadi tulang punggung stabilitas rezim ini kini mulai menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam melalui serangkaian aksi protes yang mengguncang pusat-pusat perdagangan di Teheran.
Selama bertahun-tahun, bazaar di Teheran bukan sekadar pusat transaksi jual-beli, melainkan jantung kekuatan ekonomi dan politik negara tersebut. Namun, kebijakan ekonomi yang dinamis serta tekanan sanksi internasional telah mulai menggerus dominasi tradisional yang mereka miliki selama berabad-abad. Kondisi ini memaksa para pedagang untuk menghadapi kenyataan pahit di mana daya beli masyarakat terus menurun drastis.
Melemahnya kekuatan ekonomi ini secara langsung berdampak pada pengaruh politik para pedagang di mata pemerintah. Jika sebelumnya suara mereka sangat didengar dan mampu memengaruhi kebijakan negara, kini posisi tawar mereka semakin terpinggirkan di tengah modernisasi ekonomi yang tidak merata dan kontrol negara yang semakin ketat terhadap sektor swasta.
Ketidakpuasan yang memuncak akhirnya meletus dalam bentuk aksi protes yang jarang terjadi sebelumnya. Para pedagang yang dulunya menjadi pilar stabilitas kini justru turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap inflasi yang meroket dan kebijakan fiskal yang dinilai tidak berpihak pada pelaku usaha kecil hingga menengah di kawasan bazaar.
Fenomena ini menandai babak baru dalam dinamika sosial-politik di Iran, di mana kesetiaan lama mulai luntur akibat tekanan ekonomi yang tak kunjung usai. Transformasi dari pendukung menjadi pengkritik ini mencerminkan betapa dalamnya krisis yang tengah melanda, sekaligus menjadi tantangan besar bagi stabilitas pemerintahan dalam menjaga dukungan dari basis massa tradisional mereka di masa depan.
Editor: SnanePapua
