SNANEPAPUA.COM – Situasi keamanan di Iran dilaporkan semakin mencekam seiring dengan laporan dari para tenaga medis yang mengungkapkan kondisi rumah sakit kini berada di ambang kolaps. Otoritas keamanan setempat disinyalir terus mengintensifkan tindakan keras terhadap para demonstran yang masih turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka di tengah gelombang protes yang belum mereda.
Sejumlah dokter dan perawat yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan di Iran menggambarkan suasana yang sangat kacau dan penuh tekanan. Mereka harus menangani lonjakan jumlah pasien dengan luka-luka serius akibat bentrokan fisik, sementara sumber daya medis serta kapasitas tempat tidur di rumah sakit mulai mencapai batas maksimal yang mengkhawatirkan.
Intensifikasi tindakan tegas oleh aparat keamanan terlihat dari peningkatan penggunaan kekuatan untuk membubarkan massa di berbagai titik strategis. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam dari berbagai lembaga internasional mengenai potensi pelanggaran hak asasi manusia dan keselamatan warga sipil yang terlibat dalam aksi protes yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Selain kendala fisik berupa keterbatasan ruang dan peralatan medis, para tenaga medis juga menghadapi tekanan psikologis yang sangat berat. Mereka dilaporkan bekerja di bawah pengawasan ketat dan seringkali merasa terancam saat memberikan perawatan kepada para korban demonstrasi, yang menambah kompleksitas krisis kesehatan di tengah gejolak politik yang melanda negara tersebut.
Hingga saat ini, gelombang protes di Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda meskipun tekanan dari pihak berwenang semakin kuat. Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi ini dengan saksama, mendesak adanya perlindungan nyata bagi warga sipil dan jaminan keamanan bagi para petugas medis yang berjuang di garis depan untuk menyelamatkan nyawa.
Editor: SnanePapua
