SNANEPAPUA.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi mengajukan permohonan penambahan personel keamanan guna mempercepat proses pemulihan wilayah Sumatra yang terdampak bencana banjir besar. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah pusat dalam menangani dampak kerusakan infrastruktur dan sosial yang melanda berbagai provinsi di pulau tersebut.
Tito menjelaskan bahwa setidaknya dibutuhkan tambahan sekitar 15 ribu pasukan yang terdiri dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kehadiran ribuan personel tambahan ini diharapkan dapat memperkuat kerja lapangan, mulai dari distribusi logistik ke wilayah terisolasi hingga pembersihan sisa-sisa material banjir yang menyumbat akses publik.
Selain fokus pada aspek evakuasi dan rehabilitasi fisik, Mendagri juga menekankan pentingnya langkah-langkah konkret untuk menggenjot kembali roda perekonomian di Sumatra. Menurutnya, bencana banjir tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga yang harus segera dipulihkan agar tidak terjadi krisis ekonomi yang lebih dalam di tingkat lokal.
Koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam instruksi yang disampaikan oleh mantan Kapolri tersebut. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bersinergi secara ketat dengan aparat keamanan di lapangan. Hal ini bertujuan agar seluruh bantuan sosial dan upaya perbaikan infrastruktur dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.
Upaya pemulihan menyeluruh ini diprediksi akan memakan waktu dan energi yang cukup signifikan mengingat luasnya cakupan wilayah yang terdampak. Namun, dengan adanya penambahan personel dalam jumlah besar dan fokus pada penguatan sektor ekonomi, pemerintah optimis bahwa Sumatra dapat segera bangkit dan aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu dekat.
Editor: SnanePapua
