Januari 11, 2026

Pencarian Dihentikan, Wisatawan Spanyol Korban KM Putri Sakinah Masih Misteri

SNANEPAPUA.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang hilang dalam insiden kapal wisata KM Putri Sakinah resmi ditutup. Kantor SAR Maumere mengambil keputusan untuk menghentikan operasi tersebut setelah upaya penyisiran di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Insiden yang menimpa KM Putri Sakinah ini menambah deretan kecelakaan laut di kawasan wisata premium Labuan Bajo. Kapal yang mengangkut wisatawan tersebut mengalami kendala teknis yang mengakibatkan salah satu penumpangnya hilang di perairan. Sejak laporan awal diterima, tim SAR gabungan telah dikerahkan secara masif untuk melakukan upaya penyelamatan dan pencarian di titik koordinat yang telah ditentukan.

Kepala Kantor SAR Maumere menyatakan bahwa penutupan operasi ini dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) setelah memasuki hari ketujuh pencarian. Meskipun tim telah memperluas radius pencarian dan menggunakan berbagai peralatan canggih, keberadaan korban hingga saat ini belum dapat terdeteksi. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan relawan telah bekerja maksimal di tengah kondisi cuaca yang menantang.

Pihak berwenang juga telah berkoordinasi dengan pihak kedutaan besar Spanyol untuk menyampaikan perkembangan terakhir mengenai hilangnya warga negara mereka. Meski operasi resmi telah berakhir, otoritas terkait tetap mengimbau kepada para nelayan dan kapal-kapal yang melintas di sekitar area tersebut untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban di masa mendatang.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh operator kapal wisata di Labuan Bajo untuk selalu mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Peningkatan pengawasan terhadap kelaikan kapal dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan sangat krusial guna menjamin keamanan para wisatawan yang berkunjung ke destinasi internasional ini. Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata bahari.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua