SNANEPAPUA.COM – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, secara terbuka menyatakan adanya ancaman nyata dari tindakan militer Amerika Serikat terhadap negaranya. Pernyataan tegas ini muncul sebagai respons langsung terhadap retorika keras dari Donald Trump yang sempat mengancam akan mengambil langkah militer terhadap Kolombia dalam konteks kebijakan luar negeri yang agresif.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan koresponden BBC, Ione Wells, Petro mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai pergeseran sikap politik Amerika Serikat. Ia menilai bahwa saat ini Washington cenderung memperlakukan negara-negara lain bukan sebagai mitra diplomatik yang berdaulat, melainkan sebagai bagian dari sebuah ‘kekaisaran’ besar yang harus selalu tunduk pada kepentingan mereka.
Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan-pernyataan provokatif yang menargetkan stabilitas domestik Kolombia. Petro menegaskan bahwa kedaulatan nasional negaranya tidak boleh diganggu gugat oleh kekuatan asing mana pun. Ia menekankan bahwa ancaman intervensi militer adalah bentuk kemunduran dalam hubungan internasional yang seharusnya didasarkan pada rasa hormat dan kerja sama mutual.
Lebih lanjut, Presiden Petro menyoroti bahwa pendekatan militeristik yang ditunjukkan oleh AS tidak akan pernah menjadi solusi bagi permasalahan kompleks di Amerika Latin, seperti perdagangan narkoba atau kemiskinan. Menurutnya, stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui dialog konstruktif dan pembangunan ekonomi yang inklusif, bukan melalui intimidasi senjata.
Sikap berani yang ditunjukkan oleh pemimpin Kolombia ini kini menjadi sorotan dunia internasional. Pernyataan Petro dianggap sebagai sinyal kuat bahwa negara-negara di Amerika Selatan mulai berani menyuarakan independensi mereka dan menolak dominasi sepihak di tengah dinamika geopolitik global yang semakin memanas.
Editor: SnanePapua
