SNANEPAPUA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan menyatakan bahwa dirinya belum bersedia untuk melakukan pertemuan dengan Reza Pahlavi, sosok yang dikenal sebagai ‘Putra Mahkota’ Iran yang kini berada di pengasingan. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya intensitas gelombang protes yang sedang melanda Iran, yang memicu spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan di negara tersebut.
Trump memberikan sinyal kuat bahwa Washington tidak ingin terburu-buru dalam memberikan dukungan resmi kepada tokoh oposisi yang dianggap memiliki kedekatan dengan Israel tersebut. Menurutnya, pertemuan saat ini dianggap kurang tepat, mengingat dinamika politik yang sedang berlangsung sangat sensitif dan memerlukan pendekatan yang lebih terukur dari pihak Amerika Serikat dalam menanggapi krisis di Teheran.
Reza Pahlavi, putra dari mendiang Syah Iran, selama ini dipandang oleh sebagian pihak sebagai figur sentral yang mungkin bisa memimpin Iran jika terjadi perubahan rezim. Namun, sikap hati-hati yang ditunjukkan oleh Trump menunjukkan adanya keraguan atau strategi berbeda dalam menghadapi gejolak internal di Iran, meskipun tekanan internasional terhadap pemerintah Iran saat ini terus meningkat secara signifikan.
Penolakan Trump ini juga mencerminkan kompleksitas hubungan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Dengan Pahlavi yang secara terbuka menyelaraskan diri dengan kepentingan Israel, langkah Trump untuk menjaga jarak bisa diartikan sebagai upaya untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas atau untuk mempertahankan opsi diplomatik lainnya yang mungkin lebih menguntungkan bagi kepentingan strategis Amerika Serikat di masa depan.
Hingga saat ini, situasi di Iran tetap tegang dengan aksi protes massa yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda di berbagai kota besar. Keputusan Gedung Putih untuk tidak merangkul Pahlavi secara langsung memberikan pesan bahwa Amerika Serikat masih memantau situasi dengan seksama sebelum mengambil langkah besar yang dapat mengubah peta politik di kawasan tersebut secara permanen.
Editor: SnanePapua
