SNANEPAPUA.COM – Sebuah tragedi memilukan melanda kawasan Binaliw, Kota Cebu, Filipina, setelah sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) mengalami longsor besar yang menimbun area di sekitarnya. Insiden mengerikan ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya satu orang, sementara puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang di bawah tumpukan material sampah yang masif.
Tim penyelamat yang bekerja di lokasi kejadian terus berupaya melakukan evakuasi di tengah kondisi medan yang sulit dan berbahaya. Hingga saat ini, petugas berhasil menyelamatkan delapan orang dalam keadaan hidup dari reruntuhan. Keberhasilan mengevakuasi para penyintas ini menjadi secercah harapan bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar di lokasi bencana.
Otoritas setempat menyatakan bahwa pencarian masih terus diintensifkan dengan mengerahkan berbagai peralatan berat serta personel tambahan. Fokus utama petugas saat ini adalah menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya warga yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
Peristiwa longsornya TPA Binaliw ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai standar keamanan dan pengelolaan limbah di wilayah tersebut. Warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana kini merasa was-was akan adanya potensi longsor susulan, terutama jika kondisi cuaca tidak mendukung yang dapat memperburuk stabilitas tumpukan sampah.
Pemerintah Kota Cebu bersama instansi terkait sedang melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti dari runtuhnya gunungan sampah tersebut. Selain fokus pada misi penyelamatan, bantuan logistik dan medis juga mulai disalurkan kepada para korban terdampak dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini.
Editor: SnanePapua
