SNANEPAPUA.COM – Bencana banjir melanda wilayah Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), menyusul intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memaksa tim gabungan untuk segera turun ke lapangan guna mengantisipasi dampak yang lebih luas bagi masyarakat setempat yang terdampak luapan air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa luapan air mulai menggenangi pemukiman warga sejak pagi hari. Hujan lebat yang mengguyur tanpa henti mengakibatkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis, sehingga air meluap ke jalanan utama dan merembes masuk ke dalam rumah-rumah penduduk di titik-titik rawan bencana.
Dalam upaya penyelamatan yang berlangsung dramatis, personel BPBD tidak hanya fokus pada evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada hewan ternak milik penduduk. Aksi evakuasi ternak ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir kerugian ekonomi warga yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor peternakan di pulau tersebut.
Petugas di lapangan terus bersiaga penuh menghadapi kemungkinan banjir susulan mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi di wilayah Kepulauan Anambas. Koordinasi intensif dengan pihak kecamatan dan desa terus diperkuat untuk memastikan logistik serta bantuan darurat dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran kepada para penyintas yang membutuhkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika debit air kembali menunjukkan tren kenaikan. Hingga saat ini, tim BPBD masih melakukan pendataan menyeluruh terkait total kerugian materiil serta memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir di Pulau Jemaja tetap terjaga dengan baik.
Editor: SnanePapua
