SNANEPAPUA.COM – Situasi keamanan di kota pelabuhan Aden, Yaman, kembali memanas menyusul pengerahan besar-besaran pasukan yang didukung oleh Arab Saudi. Langkah taktis ini dilakukan hanya berselang satu hari setelah pemimpin kelompok separatis utama, Aidarous al-Zubaidi, dilaporkan meninggalkan negara tersebut dan terbang menuju Uni Emirat Arab (UEA).
Kehadiran pasukan tersebut di jalan-jalan utama dan titik strategis di Aden menandai babak baru dalam dinamika konflik internal Yaman. Pengerahan ini dinilai sebagai upaya nyata untuk memperkuat kendali pemerintah yang diakui secara internasional serta memberikan tekanan militer yang lebih signifikan terhadap faksi-faksi separatis di wilayah selatan.
Para saksi mata di lapangan melaporkan adanya peningkatan patroli keamanan dan penempatan kendaraan lapis baja di berbagai sudut kota. Hal ini memicu spekulasi luas mengenai masa depan stabilitas di wilayah tersebut, terutama setelah kepergian mendadak Al-Zubaidi yang selama ini menjadi figur sentral bagi gerakan Dewan Transisi Selatan (STC).
Arab Saudi, sebagai pemimpin koalisi militer di Yaman, tampaknya ingin memastikan bahwa stabilitas keamanan di Aden tetap berada di bawah pengawasan ketat. Langkah ini juga dipandang sebagai pesan diplomatik yang kuat kepada para aktor regional mengenai komitmen Saudi dalam menjaga integritas wilayah Yaman di tengah ketidakpastian politik yang terus berlanjut.
Hingga saat ini, situasi di Aden dilaporkan masih dalam kondisi waspada tinggi namun terkendali. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan di kota pelabuhan ini, mengingat perannya yang sangat vital sebagai pusat administrasi sementara bagi pemerintahan Yaman yang sah saat ini.
Editor: SnanePapua
