SNANEPAPUA.COM – Ketegangan internal kini tengah melanda jajaran pemegang saham Warner Bros Discovery (WBD) menyusul keputusan dewan direksi yang secara resmi menolak tawaran akuisisi dari Paramount Global dan Skydance Media. Langkah ini memicu perdebatan sengit di kalangan investor yang menilai bahwa penolakan tersebut merupakan peluang emas yang terbuang sia-sia bagi masa depan perusahaan.
Para kritikus di kalangan investor menyuarakan kekecewaan mereka terhadap sikap kaku dewan direksi WBD. Mereka berpendapat bahwa penggabungan dengan Paramount dan Skydance sebenarnya menawarkan prospek masa depan yang lebih stabil dan menguntungkan bagi perusahaan di tengah persaingan industri media dan hiburan yang semakin kompetitif dan tidak menentu.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan para pemegang saham adalah mengenai peluang persetujuan dari otoritas regulasi. Sejumlah investor meyakini bahwa tawaran dari konsorsium Paramount-Skydance memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk lolos dari pengawasan ketat regulator antimonopoli dibandingkan dengan opsi-opsi strategis lainnya yang saat ini sedang dipertimbangkan oleh manajemen puncak WBD.
Penolakan tersebut dianggap oleh sebagian pihak sebagai langkah yang kurang visioner, terutama mengingat dinamika pasar layanan streaming yang terus berubah dengan cepat. Investor khawatir bahwa tanpa aliansi strategis yang kuat seperti yang ditawarkan oleh Paramount, Warner Bros Discovery mungkin akan menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan dominasinya di pasar global yang kini didominasi oleh raksasa teknologi.
Hingga saat ini, pihak dewan direksi WBD masih mempertahankan argumen mereka untuk tetap berdiri sendiri atau mencari alternatif lain yang dianggap lebih menguntungkan secara jangka panjang. Namun, tekanan dari para pemegang saham diprediksi akan terus meningkat jika kinerja saham perusahaan tidak menunjukkan perbaikan signifikan dalam waktu dekat sebagai dampak dari keputusan tersebut.
Editor: SnanePapua
