Januari 10, 2026

Mengapa Donald Trump Begitu Terobsesi dengan Minyak Venezuela? Ternyata Ini Alasan Strategis di Baliknya

SNANEPAPUA.COM – Minat besar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap cadangan minyak Venezuela kembali menjadi sorotan dunia internasional. Meski Amerika Serikat saat ini menyandang status sebagai produsen minyak terbesar di dunia, ketertarikan mereka terhadap minyak mentah Venezuela yang berkualitas rendah menimbulkan banyak pertanyaan strategis mengenai kebijakan energi Gedung Putih di masa kepemimpinannya.

Secara statistik, Amerika Serikat memang memimpin dalam produksi minyak mentah secara global berkat revolusi shale gas yang masif. Namun, kompleksitas industri energi menunjukkan bahwa angka produksi total bukanlah satu-satunya faktor penentu. Kebutuhan domestik AS terhadap jenis minyak tertentu tetap tinggi, terutama untuk memenuhi spesifikasi teknis kilang-kilang minyak di wilayah tersebut.

Alasan utama di balik ambisi ini terletak pada karakteristik minyak Venezuela yang bersifat ‘heavy crude’ atau minyak mentah berat. Minyak jenis ini sangat berbeda dengan ‘light sweet crude’ yang banyak dihasilkan dari ladang-ladang minyak di Texas atau Dakota Utara. Banyak kilang minyak di pesisir Teluk Amerika Serikat telah dirancang khusus selama puluhan tahun untuk mengolah minyak berat tersebut menjadi bahan bakar siap pakai.

Selain faktor teknis kilang, penguasaan atau akses terhadap minyak Venezuela memberikan posisi tawar geopolitik yang sangat kuat bagi Washington. Dengan mengamankan pasokan dari negara tetangga di belahan bumi barat, Amerika Serikat dapat meminimalisir ketergantungan pada pasokan dari kawasan Timur Tengah yang sering kali dilanda ketidakstabilan politik dan konflik berkepanjangan.

Langkah strategis Trump ini dinilai sebagai bagian dari doktrin ‘Energy Dominance’ yang bertujuan memastikan keamanan energi nasional sekaligus menekan pengaruh rival politik di kawasan Amerika Latin. Penguasaan atas akses sumber daya ini bukan sekadar urusan ekonomi semata, melainkan instrumen penting dalam mempertahankan hegemoni Amerika di pasar energi global yang kian kompetitif.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua