Januari 10, 2026

Geger! Agen Imigrasi AS Tembak Mati Wanita di Minneapolis, Donald Trump dan Pemimpin Lokal Beda Suara

SNANEPAPUA.COM – Insiden penembakan fatal yang melibatkan agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) kembali mengguncang publik di Minneapolis. Seorang wanita dilaporkan tewas setelah diterjang timah panas oleh petugas dalam sebuah operasi yang memicu perdebatan sengit antara otoritas federal dan para pemimpin lokal setempat.

Kejadian tragis ini bermula saat sejumlah petugas ICE sedang menjalankan tugas lapangan di wilayah tersebut. Berdasarkan laporan awal, situasi mendadak berubah menjadi konfrontasi mematikan ketika agen melepaskan tembakan ke arah korban. Kabar ini dengan cepat menyebar dan menarik perhatian tokoh-tokoh politik nasional, termasuk mantan Presiden Donald Trump yang turut memberikan komentar pedas terkait insiden tersebut.

Menanggapi peristiwa tersebut, Donald Trump memberikan pernyataan yang secara terbuka membela tindakan para agen imigrasi tersebut. Menurut klaim Trump, wanita yang menjadi korban tersebut diduga melakukan upaya penyerangan yang membahayakan nyawa dengan mencoba menabrakkan kendaraannya ke arah para petugas ICE. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas aparat adalah bentuk pertahanan diri yang sah dan diperlukan demi menjaga keamanan petugas.

Namun, narasi yang disampaikan oleh pihak Trump tersebut segera mendapatkan pertentangan keras dari sejumlah pemimpin lokal di Minneapolis. Para pejabat setempat menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap versi kejadian yang beredar dan menuntut adanya penyelidikan yang lebih transparan. Mereka menilai ada indikasi ketidaksesuaian antara keterangan resmi agen federal dengan fakta-fakta awal yang ditemukan di lokasi kejadian, sehingga memicu keraguan publik.

Kasus ini kini berada di bawah pengawasan ketat oleh masyarakat sipil serta berbagai kelompok aktivis hak asasi manusia. Investigasi mendalam diharapkan dapat segera mengungkap kebenaran di balik insiden penembakan ini, terutama di tengah meningkatnya ketegangan politik mengenai kebijakan imigrasi dan prosedur penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan di Amerika Serikat saat ini.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua